Senin Sinema Dunia (SSD) #4

Home Banner Forlen Ssd 41
Senin Sinema Dunia
Adalah Program menonton sinema-sinema dunia dengan subteks ber-Bahasa Indonesia diselingi obrol santai tiap senin malam di perpustakaan Forum Lenteng. Filem-filem ini merupakan hasil dari program penerjemahan subteks (subtitle) filem berbahasa asing ke dalam Bahasa Indonesia, DVD Untuk Semua. Filem-filem terpilih merupakan karya yang berpengaruh dalam perkembangan sejarah sinema dunia, program penerjemahan ini adalah sebuah usaha untuk mempermudah akses informasi kepada publik. Dengan tim penerjemah khusus dari Forum Lenteng di bawah koordinasi Divisi Penelitian dan Pengembangan Forum Lenteng, filem-filem ini diseleksi dan disunting secara ketat untuk menjaga kesinambungan cerita ataupun alur tiap filem.
Rainer Werner Fassbinder

Pada program Senin Sinema Dunia kali ini, Forum Lenteng akan menghadirkan 4 filem karya Rainer Werner Fassbinder. Keempat filem ini terdiri dari dua karya awal sutradara flamboyan dan tokoh New German Cinema ini, Liebe ist kälter als der Tod (1969) dan Götter der Pest (1970). Dua filem lain adalah dua karya yang dianggap bagian dari puncak pencapaian estetika Fassbinder, Die bitteren Tränen der Petra von Kant (1972) dan Chinesisches Roulette (1976). 

Meski ada banyak perspektif dalam membaca R.W. Fassbinder, dua periode yang akan ditampilkan dalam Senin Sinema Dunia #4 adalah bagian penting dalam melihat Fassbinder sebagai tokoh penting dalam perkembangan sinema dunia. Periode 1969-1971 merupakan periode pengaruh avant-garde, di mana Fassbinder banyak bekerja menggunakan medium teater dan filem. Pada karya-karya awal ini, ia banyak menghadirkan “dirinya” dengan bentuk yang sangat formalis. Di era ini, Fassbinder banyak dipengaruhi oleh Jean-Luc Godard, Jean-Marie Straub dan Eric Rohmer. Ia sangat terpengaruh pada ide-ide Brechtian dalam teater. Pada periode awal ini pula, Fassbinder menemukan gaya yang “khas” darinya.

Periode kedua adalah German Melodrama, di mana Fassbinder banyak menghadirkan karya-karya yang bicara tentang represi dan eksploitasi. Dengan gayan khasnya, Fassbinder menggabungkan gaya melodrama Holywood ke dalam karya-karyanya. Melalui melodrama, ia dengan sangat tegas mengkritik masyarakat Jerman. Di periode ini juga, Fassbinder menjadikan sinema sebagai sebuah “pernyataan sikap” (statement) tentang kemanusiaan yang melintas batas.

 

Tentang Rainer Werner Fassbinder (1945-1982)

Fassbinder adalah seorang penulis, sutradara dan sekaligus aktor. Ia dianggap sebagai salah satu tokoh penting New German Cinema dan seorang yang sangat gila kerja. Dalam karirnya yang kurang dari 15 tahun, ia menyelesaikan 40 filem panjang, 2 serial televisi, 3 filem pendek, 21 pementasan teater dan 4 drama radio, dan menjadi pemain dalam 36 filem baik dalam filemnya sendiri dan filem-filem lainnya. Selain menjadi penulis, aktor dan sutradara, ia juga seoang penata kamera, komposer, desainer, editor, produser dan manajer sebuah kelompok teater.

Karya-karya Fassbinder selalu provokatif dan “mengganggu”. Dengan reputasinya yang selalu “merusak dirinya” (self-destructive), ia sering direputasikan sebagai enfant terrible of the New German Cinema. Ia sangat terkenal sebagai sutradara yang selalu menghancurkan hubungan personal para aktor dan krunya. Namun, hubungan mereka seperti layaknya sebuah keluarga. Meski demikian, filem-filem Fassbinder secara mendalam menggambarkan sensitivitasnya pada persoalan sosial dan persoalan-persoalan “kekerasan” institusional. Dengan keras, ia menghujat kelas borjuis Jerman dan persoalan kemanusiaan. Fassbinder meninggal dalam usia 37 tahun pada 1982, Kematiannya dianggap sebagai akhir dari era New German Cinema.

Senin 13

13 Februari 2012, 19.00 WIB.

Cinta Lebih Dingin dari Kematian // Liebe ist kälter als der Tod (21+)
Rainer Werner Fassbinder, 1969
Jerman (88 menit)

Filem ini adalah filem panjang pertama Rainer Werner Fassbinder yang merupakan sebuah dekonstruksi dari gaya filem gangster. Filem ini ia persembahkan pada Claude Chabrol, Eric Rohmer dan Jean-Marie Straub. Filem ini gagal di pasar, namun menjadikan Fassbinder dan beberapa aktornya mendapatkan tempat dalam karir di dunia filem.

Senin 14

20 Februari 2012, 19.00 WIB.

Biang Penyakit // Götter der Pest (21+)
Rainer Werner Fassbinder, 1970
Jerman (91 menit)

Berkisah tentang seorang tahanan yang baru keluar dari penjara. Namun, ia mendapakan masyarakat dan orang-orang dekatnya sudah tak menerimanya. Bersama dengan beberapa perempuan, ia mencoba mencari seorang teman lama. Sementara “aparat’ terus mengikutinya sepanjang waktu.

Senin 15

27 Februari 2012, 19.00 WIB.

Tangis Getir Petra Von Kant // Die bitteren Tränen der Petra von Kant (21+)
Rainer Werner Fassbinder, 1972
Jerman (124 menit)

Persoalan “kesepian” adalah tema yang sering diangkat oleh R.W. Fassbinder. Hal ini juga yang menjadi kekuatan utama dalam filem-filemnya saat bicara tentang hubungan kemanusiaan. Pada filem ini, karakter yang dihadirkan Fassbinder adalah seorang perempuan yang haus akan cinta, namun sepertinya dikutuk untuk melakukan kekerasan dengan cara mengontrol orang-orang di sekitarnya. Petra Von Kant adalah sebuah adaptasi dari naskah teater Fassbinder.

Senin 16

5 Maret 2012, 19.00 WIB.

Roullete dari Cina // Chinesisches Roulette (21+)
Rainer Werner Fassbinder, 1976
Jerman (82 menit)

Filem Roullete dari Cina merupakan satu-satunya filem yang mengetengahkan persoalan masa kanak-kanak. Bercerita tentang gadis lumpuh berumur 12 tahun yang sangat membenci orang tuanya. Ia mengatur pertemuan para kekasih orang tuanya di sebuah rumah perkebunan keluarga. Pada filem ini, Fassbinder melakukan semacam permainan dengan orang-orang yang hadir. Para pemain dibagi dua tim, setiap orang diminta untuk memilih salah satu kelompok. Permainan ini merupakan usul dari Angela—sang putri lumpuh, yang bermain melawan ibunya. Ketika ibunya bertanya, Dalam Third Reich (Nazi Jerman), “Orang macam apa yang ada di sana?”.

Angela menjawab, “Komandan kamp konsentrasi Bergen Belsen”.

Program DVD Untuk Semua menerjemahkan empat filem Fassbinder ke dalam subteks Bahasa Indonesia. Keempat filem ini diterjemahkan oleh Hafiz dari subteks berbahasa Inggris dengan penyesuaian konteks ke dalam Bahasa Indonesia.

Leave a Reply