Program

VISI / VISION
Menjadikan masyarakat Indonesia yang terbuka dan kritis melalui proses belajar, memberi dan menerima informasi yang terbuka, serta memiliki kesadaran terhadap lingkungan, sejarah dan keberagaman dalam menghadapai perubahan sosial politik ke depan.
To produce an open and critical Indonesian society through learning process, receive and dispatch free information, creating awareness for the environment, history and diversity in facing future social and political changes.
MISI / MISSION
Membangun sistem komunikasi dan informasi yang terbuka dan independen dalam rangka melakukan upaya-upaya partisipasi yang lebih luas (menerima, mengolah, memproduksi dan menyebarkan informasi), dalam kerangka kontrol terhadap pelaksanaan kebijakan yang ada, saluran aspirasi maupun upaya ikut mempengaruhi pengambilan keputusan.
To develop an open and independent communication and information system in order to create the broader participation (receive, process, produce and distribute information), as an aspiration channel and an agent of control for decision making process and the implementation of govermental policy.
PROGRAM UTAMA / MAIN PROGRAMS
akumassa

akumassa adalah program advokasi dan pengembangan komunitas dalam bentuk lokakarya (workshop) yang difasilitasi oleh Forum Lenteng. Secara mendasar, program akumassa adalah tentang penggunaan medium video, text dan media online di komunitas-komunitas pekerja kreatif muda (mahasiswa, seniman muda, pelaku budaya lokal) di Indonesia guna mendorong kemandirian dalam masyarakat. Program ini memfokuskan kepada pengkajian aspek-aspek sosial dan budaya yang dibentuk sebagai materi pembelajaran guna mengupayakan kesadaran partisipatoris akan persoalan-persoalan yang hidup di dalam masyarakat.
akumassa (aku: I, massa: mass/masses/public) is an advocation and community development program in the form of workshop facilitated by Forum Lenteng. Basically, akumassa program is about the use of video medium, text and online media for young creative workers in community (students, young artists, local culture workers) in Indonesia to encourage independency in society. This program focusing on the study of social and cultural aspects to produce participatory awareness on the problems that lies in society.
Videobase
Merupakan program riset medium video Forum Lenteng untuk membaca perkembangan sejarah video di Indonesia. Jika kita melihat sekarang perkembangan penggunaan medium video telah melepaskan batas-batas sosial dan budaya. Hadirnya televisi yang menjamur pada sepuluh tahun terakhir ini dan penemuan teknologi yang sangat mudah diakses oleh publik, menjadikan video “sesuatu” yang sangat penting dalam perkembangan kebudaya kontemporer. Lalu, bagaimana sebenarnya perkembangan video itu sendiri di Indonesia sejak berdirinya TVRI pada 1962 hingga tumbangnya rezim Orde Baru (Masa Analog)? Dan bagaimana membaca perkembangan medium video sejak menjamurnya televisi swasta dan maraknya penggunaan teknologi digital sejak reformasi di Indonesia (Masa Digital)?
Videobase is a research project for video medium conducted by Forum Lenteng to read the development of video usage in Indonesia. If we took a close look in the development of video medium usage in Indonesia, we can see that video medium has the capacity to change and even releasing the social and cultural boundaries in society. The emergence of many television stations in the last decade and the inventing of easy access technology, making the video as “something” very important in the contemporary cultural development. It is vital to take a close look to the development of video medium in Indonesia since the creation of TVRI in 1962 until the collapse of New Order regime (known as the Analog Era) and the emergence of private television and the use of digital technology from the time of reformation in Indonesia.
DVD Untuk Semua & Buku Untuk Semua / DVD For All & Book For All

Sejak tahun 2008, Forum Lenteng telah menjalankan program distribusi media pendidikan-kebudayaan berbasis media teks (dalam bentuk buku dan artikel) dan media audiovisual (film dan video) ke beberapa komunitas di daerah seluruh Indonesia. Forum Lenteng mengembangkan program penerjemahan media teks dan audiovisual berbahasa asing sebagai upaya menghilangkan jarak komunikasi dan kesalahpahaman informasi, serta membuka akses untuk komunitas dampingan dan masyarakat.

DVD Untuk Semua Merupakan program penerjemahan subteks (subtitle) berbahasa asing ke Bahasa Indonesia filem-filem/video-video yang berpengaruh dalam perkembangan sejarah sinema dunia, dan akan diproduksi ulang ke dalam bentuk DVD, sebagai alat presentasi yang paling mudah diakses untuk publik. Sampai saat ini ada 10 film yang sudah dan sedang diterjemahkan oleh anggota Forum Lenteng dari 1000 karya film dan video yang tersedia di perpustakaan Forum Lenteng.

Sejak berjalannya program akumassa di tahun 2008, Forum Lenteng telah melakukan pendistribusian media-media pendidikan-kebudayaan seperti teks (buku dan artikel) dan audiovisual (film-video) ke komunitas dampingan. Sebagai usaha keberlanjutan, Forum Lenteng bersama komunitas dampingan akan membangun bersama sebuah perpustakaan yang dapat diakses oleh masyarakat umum di daerah-daerah komunitas dampingan, yang terimplementasi dalam program Buku Untuk Semua.

Since 2008, Forum Lenteng has carried out distribution program on educational-cultural media based on text media (in the form of books and articles) and audiovisual media (film and video) to several community in the regions. Forum Lenteng also carry out translation program of foreign text and audiovisual media as an attempt to bridge the gap of communication and the misunderstanding of information, as well as opening access to side-community and society.

DVD for All is a program to translating foreign subtitles of influential films/videos in the history of world cinema into Bahasa Indonesia. The result will be reproduce in the form of DVD, as means of presentation that most accessible for the public. Recently, there are 10 films which has been translated by members of Forum Lenteng. There are over 1000 films and videos available in Forum Lenteng’s library.

Since the performance of akumassa Program in 2008, Forum Lenteng has distributed educational-cultural medias such as text (books and articles) and audiovisual (film and video) to side-communities. As a sustainable effort, Forum Lenteng together with side-communities will built an open easy-access library for public in the regions of side-communities, which implemented in Book for All program.

Jurnal Online
www.akumassa.org

Dalam mengembangkan media audio visual dan teks, selama ini Forum Lenteng usaha mengumpulkan narasi-narasi kecil di masyarakat yang menjadi sejarah dan pengetahuan lokal. Dominasi media besar, sering melupakan narasi-narasi kecil ini. Sebagai usaha untuk memberikan alternatif informasi, Forum Lenteng merasa perlu mengembangkan jurnalisme warga dengan bekerjasama dengan komunitas dampingan Forum Lenteng.

Salah satu media yang paling efektif dalam pengembangan jurnalisme warga adalah media online. www.akumassa.org adalah media jaringan komunitas akumassa yang juga menjadi media informasi alternatif tentang isu-isu lokal yang selama ini tidak pernah disampaikan oleh media besar. Media ini didasari atas semangat sistem sumber terbuka (Open Source) dimana informasi yang terdapat didalamnya dapat dibuat, terbuka dan dibagikan (Create, Open and Share) secara bebas untuk kepentingan pendidikan. Materi yang tersedia dalam www.akumassa.org berupa; video, teks, foto, dan audio.
Media ini memiliki peluang yang cukup besar sebagai jalur informasi terbuka yang dikelola oleh masyarakat itu sendiri dalam memberikan berita, ulasan, tanggapan dan pandangan yang dimilikinya atas sejarah dan peristiwa yang terjadi, baik dalam lingkup terkecil (komunitas), hingga hubungannya dengan negara.

www.jurnalfootage.net

Jurnal Footage lahir sebagai jawaban atas pertanyaan kita tentang tidak berkembangnya wacana maupun kritik tentang medium audio visual (film dan video) di Indonesia. Jurnal ini digagas sebagai salah satu proses pembelajaran tentang persoalan sosial dan budaya terutama persoalan bahasa audio visual dengan cara merangkum, mendata dan menganalisanya yang mencakup kesejarahan dan kekinian baik di Indonesia maupun dunia.

Jurnal Footage akan melihat berberapa aspek dalam media film dan video antara lain:

  • Sejarah Film dan Video yang akan melihat perkembangan film dan video di Indonesia, Asia dan Internasional.
  • Estetika Film dan Video yang mencoba membaca fenomena perkembangan estetika dalam Film dan Video di Indonesia, Asia dan Internasional.
  • Ideologi Film dan Video yang menelaah tentang bagaimana pertentangan dan perkembangan ideologi dalam medium audio visual ini.
  • Perdebatan Film dan Video yang mencoba membaca fenomena perdebatan film dan video sebagai media audio visual dalam perspektif sejarah maupun kekinian di Indonesia, Asia dan Internasional.
  • Persebaran Medium Film dan Video yang melihat persebaran medium Film dan Video dalam masyarakan dengan aspek sosial dan budaya yang diakibatkannya.
www.akumassa.org

In advancing audiovisual and text media, during this time, Forum Lenteng has managed to collect minor narrative in society that become local history and local knowledge. As an effort to disseminate alternative information, Forum Lenteng has an obligation to enhance citizen journalism by way of creating cooperation with side-communities.

One of the most effective media in enhancing citizen journalism is by online media. www.akumassa.org an a network media for akumassa communities which emerge as an alternative information comprise of alternative local issues different from the information gave by huge mass medias. This media is base on the spirit of open source system, where information can be produce and share openly for educational interest. The material provided on www.akumassa.org includes video, text and audio.
This media has a considerable opportunity as an open information channel which manage by society itself. They can produce news, reviews, responses and point of views of events and history, both in the smaller scale and what related to the state, as openly.

www.jurnalfootage.net

Footage emerge as an answer to the undeveloped discourse and criticism of audio visual media (video and film) in Indonesia. This six monthly journal is create by Forum Lenteng as one of a learning process about social and cultural problems especially problem of visual language with the method of data gathering and analyzing them. The problems comprise historical and current aspects, both in Indonesia and the world. Footage is running by team consist of researchers, actors/artists and communication/journalistic students.

Footage view several aspects in film and video media, e.g.

  • The History of Film and Video. Footage observe the development of film and video in Indonesia, Asia and the world.
  • The Aesthetic of Film and Video. Footage try to comprehend the aesthetical development in film and video phenomenon in Indonesia, Asia and the world.
  • The Ideology of Film and Video. Footage examine the contestation of film and video ideology and its development.
  • The Debate of Film and Video. Footage try to read the debate between film and video in historical and current perspective.
  • The Spreads of Film and Video Medium. Footage look on the spreads of film and video medium in society with its social and cultural impact.
Halaman ini masih dalam pengembangan / This page is still on development.